The Eleven Satanic Rules of The Earth, Di balik Tragedi 9/11

Info artikel tentang The Eleven Satanic Rules of The Earth, Di balik Tragedi 9/11 tentang artikel The Eleven Satanic Rules of The Earth, Di balik Tragedi 9/11 ini, semoga info atau artikel ini juga dapat berguna bagi Anda, serta menambah wawasan bagi Anda, semoga bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya! Selamat Membaca!

peristiwa pengeboman di menara kembar WorldTrade Center (WTC) di New York. Gedung tersebut runtuh setelah dihantam oleh 2 pesawat penumpang pada 11 September 2001. Tragedi WTC masih menyisakan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dunia. Meskipun banyak penyelidikan dan analisis yang telah dilakukan, namun tetap saja kasus ini belum bisa terpecahkan sepenuhnya.


Pemerintahan Amerika Serikat telah menetapkan bahwa pelaku pengeboman adalah teroris, Osama Bin Laden. Namun banyak juga yang menyangsikan keterlibatan Osama dan menganggap peristiwa ini adalah konspirasi besar untuk membenturkan dunia Islam dan Barat.

Dibalik masih banyaknya misteri atas peristiwa tersebut, ada hal menarik yang kemudian muncul setelah kejadian ini. Salah satunya berasal dari numerolog dan pemerhati simbol-simbol di seluruh di dunia. Penelitian mereka tertuju pada banyaknya angka 11 yang muncul mengiringi tragedi 11 September tersebut. Beberapa kalangan meyakini bahwa banyaknya angka ini  bukan kebetulan belaka, melainkan sudah di �rancang� sebelumnya.

1. Gedung WTC Menyerupai Angka 11


Menara kembar WTC terdiri dari dua gedung yang terlihat menyerupai angka 11. World Trade Center merupakan bangunan tertinggi di dunia antara tahun 1972 dan 1973. Menara kembar ini adalah suatu kompleks yang terdiri dari tujuh bangunan. Ketujuh bangunan asli kompleks ini hancur pada Serangan 11 September 2001 dan tidak bisa diperbaiki. Jika dilihat dari jauh, dua gedung tertinggi menyerupai angka 11.

2. Jumlah Huruf dari Nama Pemimpin yang Diduga Berkonspirasi Adalah 11

Tragedi WTC benar-benar menyita perhatian dunia. Tidak hanya pemerintah AS saja yang sibuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, namun semua pihak yang memiliki pengetahuan juga turut serta mengawasi kinerja mereka. Banyak pihak yang menyangkal ini adalah sebuah aksi teroris. Berdasarkan penyelidikan yang ada, justru Amerika lah yang diduga melakukan sendiri penyerangan tersebut.

Dua nama besar yang terseret dan diduga kuat ada dibelakang peristiwa ini adalah Presiden Amerika Serikat saat itu George W Bush dan Ariel Sharon yang merupakan Perdana Menteri Israel. Ternyata berdasarkan keterkaitan yang dilakukan para pemerhati simbol dan huruf,  jumlah huruf masing-masing nama dua pemimpin tersebut adalah 11. Kedua orang ini dikenal anti Islam sehingga diduga menyebabkan propaganda untuk menyudutkan Islam.

3. Penjumlahan Penumpang adalah 11

Entah kebetulan atau tidak angka-angka ini setelah dijumlahkan ternyata hasilnya adalah 11. Pesawat terbang yang pertama kali menabrak gedung WTC, menurut data mengangkut 92 orang penumpang. Jika dijumlah angka 9 + 2 hasilnya 11

Selain iyu Pesawat kedua yang menyusul menabrak gedung WTC, menurut data mengangkut 65 penumpang. Jika angka 65 dijumlahkan menjadi : 6 + 5 = 11

Seluruh penumpang pada keempat pesawat yang menyerbu AS pada 9/11 berjumlah 254 orang, jika ketiga angka ini dijumlahkan menjadi, 2 + 5 + 4 = 11

4. New York Adalah Negara Bagian AS Dengan Nomor Urut ke 11

Angka 11 ternyata kembali ditemukan pada urutan kota New York yang menjadi lokasi berdirinya gedung WTC. Ternyata, New York merupakan negara bagian AS. Bagaimana bisa kebetulan lagi

5. Afganistan, Negara Pertama Tertuduh Teroris Berjumlah 11 Huruf

Kurang dari satu bulan setelah serangan WTC, Amerika dan sekutunya melakukan serangan ke Afganistan. Negara ini dituduh menjadi dalang aksi teroris sehingga diserang oleh sekutu-sekutunya. Ternyata para pakar numerologi begitu jeli melihat hal ini dan menghubungkannya dengan jumlah huruf Afganistan yang seluruhnya ada 11.

Masih banyak fakta lain tentang angka lain terkait angka 11 yang menyelimuti tragedi WTC. Seperti waktu terjadinya peristiwa ini yakni 11 September (9) hingga jika digabung menjadi 1 + 1 + 9 = 11, Selain itu, perhatian juga tertuju pada  hari kejadian yakni pada hari ke 254 kalender dalam satu tahun, jika dihitung 2 + 5 + 4 = 11.

6.The Eleven Satanic Rules of The Earth



Sebenarnya seberapa mengerikan kah angka 11 ini? Ternyata pendiri Gereja Setan (GS) Anton LaVey, memilih angka 11 ketika untuk menyusun 11 Pasal Setan di Bumi (The Eleven Satanic Rules of The Earth). Selain itu  dalam ilmu astrologi, angka 11 biasanya menunjukkan Pemimpin. Angka 11 juga merepresentasikan dosa, pelanggaran, dan resiko. Jika angka 10 melukiskan kesempurnaan, maka angka 11 menyimbolkan sesuatu yang lebih sempurna. Jika dipisah ( 1 + 1 = 2 ) maka akan ditemukan sebuah dualitas yang saling berhadapan : Lucifer Dan Tuhan.






Demikian artikel tentang The Eleven Satanic Rules of The Earth, Di balik Tragedi 9/11 yang dapat kami sampaikan semoga artikel atau info tentang The Eleven Satanic Rules of The Earth, Di balik Tragedi 9/11 ini, berkenan dan bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya!

Misteri ukiran wanita pada lidah Api Monas, yang hanya bisa dilihat dari Istana Negara

Info artikel tentang Misteri ukiran wanita pada lidah Api Monas, yang hanya bisa dilihat dari Istana Negara tentang artikel Misteri ukiran wanita pada lidah Api Monas, yang hanya bisa dilihat dari Istana Negara ini, semoga info atau artikel ini juga dapat berguna bagi Anda, serta menambah wawasan bagi Anda, semoga bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya! Selamat Membaca!

Setelah pusat pemerintahan Republik Indonesia kembali ke Jakarta, Presiden Soekarno mulai memikirkan pembangunan sebuah monumen nasional yang setara dengan Menara Eiffel di Paris. Saat itu Soekarno ingin membangun sebuah monumen di lapangan tepat depan Istana Merdeka.

Pembangunan monumen bertujuan mengenang perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945. Dengan adanya monumen itu, Soekarno berharap bisa terus membangkitkan semangat patriotisme generasi yang akan datang.



Pada tanggal 17 Agustus 1954 sebuah komite nasional dibentuk dan sayembara perancangan monumen nasional digelar pada tahun 1955. Saat itu terdapat 51 karya yang masuk, akan tetapi hanya satu karya yang dibuat oleh Frederich Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan komite, antara lain menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan selama berabad-abad.

Sayembara kedua digelar pada tahun 1960 tapi sekali lagi tak satupun dari 136 peserta yang memenuhi kriteria. Ketua juri kemudian meminta Silaban untuk menunjukkan rancangannya kepada Presiden Soekarno. Tapi saat itu Bung Karno kurang sreg dengan rancangan Silaban. Soekarno berharap monumen itu berbentuk lingga dan yoni.

Silaban kemudian diminta merancang monumen dengan tema seperti itu, akan tetapi rancangan yang diajukan Silaban terlalu luar biasa sehingga biayanya sangat besar dan tidak mampu ditanggung oleh anggaran negara, terlebih kondisi ekonomi saat itu cukup buruk. Silaban lalu menolak merancang bangunan yang lebih kecil, dan menyarankan pembangunan ditunda hingga ekonomi Indonesia membaik.

Soekarno yang tidak suka menunggu lalu meminta arsitek RM Soedarsono untuk melanjutkan rancangan Silaban. Lalu Soekarno mengeluarkan keputusan Presiden RI Nomor 214 Tahun 1959 tanggal 30 Agustus 1959 tentang Pembentukan Panitia Monumen Nasional yang diketuai oleh Kolonel Umar Wirahadikusumah, Komandan KMKB Jakarta Raya.

Soedarsono memasukkan angka 17, 8 dan 45, melambangkan 17 Agustus 1945 memulai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ke dalam rancangan monumen itu. Tugu Peringatan Nasional ini kemudian dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan RM Soedarsono, dan mulai dibangun pada 17 Agustus 1961.

Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir Rooseno. Pada tanggal 12 Juli 1975, Monas resmi dibuka untuk umum. Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk lingga yoni. Seluruh bangunan ini dilapisi oleh marmer.

Sebuah elevator (lift) juga dibangun pada pintu sisi selatan untuk membawa pengunjung menuju pelataran puncak berukuran 11 x 11 meter di ketinggian 115 meter dari permukaan tanah. Lift ini berkapasitas 11 orang sekali angkut.

Pelataran puncak Monas dapat menampung sekitar 50 orang, serta terdapat teropong untuk melihat panorama Jakarta lebih dekat. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Bahkan bila kondisi cuaca cerah tanpa asap kabut, di arah ke selatan terlihat dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil.

Di puncak Monas terdapat cawan yang menopang nyala lampu perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 Kilogram. Lidah api atau obor ini berukuran tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Lidah api ini sebagai simbol semangat perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.

Awalnya nyala api perunggu ini dilapisi lembaran emas seberat 35 kilogram, akan tetapi untuk menyambut perayaan setengah abad (50 tahun) kemerdekaan Indonesia pada tahun 1995, lembaran emas ini dilapis ulang sehingga mencapai berat 50 kilogram lembaran emas.

Puncak tugu berupa �Api Nan Tak Kunjung Padam� yang bermakna agar Bangsa Indonesia senantiasa memiliki semangat yang menyala-nyala dalam berjuang dan tidak pernah surut atau padam sepanjang masa.

Namun puncak Monas itu bukan sekadar berbentuk lidah api biasa. Konon lidah api di puncak Monas tersebut menggambarkan sesosok perempuan yang sedang duduk bersimpuh dengan gerai rambutnya yang panjang. Rambut atasnya disimpul seperti sanggul kecil. Duduk menghadap langsung ke Istana Negara.


Namun sosok wanita di lidah api Monas tersebut hanya bisa dilihat dari sisi sebelah kiri Monas atau di Jalan Medan Merdeka Barat sebelah utara, dekat dengan Istana Presiden. Patung sesosok perempuan itu sengaja dibuat dengan sebaik-baiknya agar orang yang melihatnya tidak mengetahuinya secara langsung.

Banyak yang menganggap bahwa sosok wanita dalam lidah api monas adalah salah satu ide Soekarno. Sosok wanita dalam lidah api Monas itu sering dipandangi Soekarno dari Istana Merdeka. Hingga kini sosok wanita di puncak Monas itu pun masih misterius. Siapa sebenarnya wanita yang diukir dalam puncak Monas itu?



Demikian artikel tentang Misteri ukiran wanita pada lidah Api Monas, yang hanya bisa dilihat dari Istana Negara yang dapat kami sampaikan semoga artikel atau info tentang Misteri ukiran wanita pada lidah Api Monas, yang hanya bisa dilihat dari Istana Negara ini, berkenan dan bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya!