Mengapa Orang Lapar Lebih Gampang Marah?

Info artikel tentang Mengapa Orang Lapar Lebih Gampang Marah? tentang artikel Mengapa Orang Lapar Lebih Gampang Marah? ini, semoga info atau artikel ini juga dapat berguna bagi Anda, serta menambah wawasan bagi Anda, semoga bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya! Selamat Membaca!

Ada ungkapan bangsa yang pemarah adalah bangsa yang rakyatnya lapar. Ternyata ungkapan tersebut terbukti secara ilmiah, bahwa orang yang lapar memang gampang sekali naik darah.


 

Rasa lapar biasanya diawali dengan suara "keroncongan" di dalam perut, berlanjut dengan lemas dan kelelahan. Beberapa orang yang sedang lapar juga menderita sakit kepala, penglihatan kabur, kebingungan dan pusing. Selanjutnya, kelaparan akan membuat orang benar-benar bertemperamen buruk, mudah marah dan rewel.


Kenapa rasa lapar membuat orang mudah marah?

Kemarahan adalah keadaan emosional yang disebabkan oleh keluhan atau suatu penderitaan. Orang bisa marah karena orang lain, karena ada kejadian atau karena dirinya sendiri.

Dilansir Livestrong, rasa lapar memang memicu amarah. Hal ini karena bila orang dibiarkan lapar dalam jangka waktu lama, maka kadar gula darah di dalam tubuhnya sangat terganggu.

Akibatnya, pasokan glukosa (gula) yang mencapai otak menjadi berkurang. Di dalam darah, glukosa dikirim juga ke otak sebagai sumber energi yang antara lain berguna untuk mengontrol temperamen dan emosi negatif lainnya.

Rendahnya kadar gula darah atau hipoglikemia inilah yang akan membuat amarah seseorang menjadi naik, sehingga mudah tersinggung dan marah. Gula darah rendah juga dapat disertai dengan kecemasan, kelelahan dan sakit kepala.

Bila tingkat serotonin dalam tubuh rendah, juga dapat membuat orang mudah tersinggung dan marah. Serotonin adalah hormon yang berfungsi mengontrol suasana hati, nafsu makan dan tidur, juga merupakan hormon yang membuat orang merasa bahagia dan menghilangkan emosi negatif.

Serotonin disintesis dalam tubuh dengan bantuan asam amino yang disebut triptofan. Triptofan tidak terbentuk di dalam tubuh dan harus dipasok oleh makanan. Dengan demikian, menambahkan menu harian dengan makanan kaya asam amino esensial menjadi sangat penting.

Banyak ahli gizi di seluruh dunia juga merekomendasikan mengatasi amarah dengan makanan yang mengandung glukosa atau makanan peningkat suasana hati untuk mencegah rasa lapar. Diet yang kaya protein, lemak dan serat akan membantu mencegah kelaparan.


Berikut beberapa makanan yang dapat meredakan amarah:

1. Pisang

http://www.susiej.com/reviews/wp-content/uploads/2010/10/banana.jpg

Pisang merupakan sumber triptofan yang sangat baik dan membantu meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh. Sarapan pisang dapat mencegah Anda mengalami rasa lapar dan kelesuan sebelum makan siang. Selain itu, pisang juga kaya karbohidrat yang diperlukan untuk penyerapan triptofan.

2. Kacang almond

http://www.wenshampoowarning.com/wp-content/uploads/2010/06/wen-fig-almond.jpg

Almond banyak mengandung asam amino triptofan. Kacang ini hadir dalam daftar makanan yang memiliki tingkat tertinggi asam amino. Ketika makan almond, triptofan masuk ke otak dengan cepat dan tingkat serotonin meningkat, sehingga bisa menjauhkan amarah.

3. Keju

http://wwp.us.com/product/cheese/images/cheese.jpg

Keju adalah sumber yang kaya protein, asam amino esensial triptofan dan karbohidrat. Dengan demikian, keju membantu meningkatkan mood dan menghilangkan sifat mudah tersinggung dan mudah marah.

4. Jus jeruk manis

http://www.marketingjump.com/wp-content/uploads/2010/11/1236852622_Orange-juice.jpg?e550d4c0

Segelas jeruk manis juga bisa menjadi peredam amarah. Campuran gula dalam perasan jeruk membuat batas-batas kesabaran lebih longgar dari yang seharusnya, sehingga berguna untuk mengontrol temperamen dan emosi negatif lainnya.


Sumber :
www.wandinews.com

Demikian artikel tentang Mengapa Orang Lapar Lebih Gampang Marah? yang dapat kami sampaikan semoga artikel atau info tentang Mengapa Orang Lapar Lebih Gampang Marah? ini, berkenan dan bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya!

Asal Mula Nama Teddy Bear

Info artikel tentang Asal Mula Nama Teddy Bear tentang artikel Asal Mula Nama Teddy Bear ini, semoga info atau artikel ini juga dapat berguna bagi Anda, serta menambah wawasan bagi Anda, semoga bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya! Selamat Membaca!

Suatu hari,Presiden Theodore Roosevelt pergi berburu. Seekor beruang tertangkap dan diikat agar presiden dapat menembaknya, namun Presiden Roosevelt tidak mau membunuh beruang itu. Kisah ini menjadi terkenal ketika dilaporkan di surat kabar dan digambar dalam bentuk kartun.

Seorang laki-laki bernama Morris Michtom memiliki toko permen dan alat-alat tulis. Istrinya yang bernama Rose kadang-kadang membuat boneka beruang kecil yang diletakkan di jendela toko mereka. Morris melihat kartun beruang di koran dan mendapatkan ide. Dia minta istrinya membuat beberapa beruang khusus seperti yang ada dalam gambar kartun itu.

Lalu Morris menulis surat yang ditujukan ke Gedung Putih, menanyakan apakah beruang baru itu boleh diberi nama seperti nama Presiden. Presiden membalas surat itu, �Saya pikir nama saya tidak begitu berharga dalam bisnis beruang, tapi anda boleh saja menggunakannya�

Maka Morris meletakkan beruang-beruang baru itu di jendela tokonya, di sebelah gambar kartun. Boneka beruang itu dinamai dengan nama panggilan Presiden Roosevelt, Teddy. Dan sampai sekarang boneka beruang tersebut terkenal dengan nama�Teddy Bear�.

Sumber : premasai.wordpress.com

Demikian artikel tentang Asal Mula Nama Teddy Bear yang dapat kami sampaikan semoga artikel atau info tentang Asal Mula Nama Teddy Bear ini, berkenan dan bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya!

Ini dia Boneka Salju Terkecil di Dunia !!!

Info artikel tentang Ini dia Boneka Salju Terkecil di Dunia !!! tentang artikel Ini dia Boneka Salju Terkecil di Dunia !!! ini, semoga info atau artikel ini juga dapat berguna bagi Anda, serta menambah wawasan bagi Anda, semoga bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya! Selamat Membaca!

BONEKA salju terkecil di  dunia


Boneka Salju yang anda lihat diatas merupakan boneka salju terkecil dunia. Ukurannya adalah 0.01 mm. Bayangkan jika sehelai rambut anda dibelah menjadi 5. Segitulah ukuran "boneka salju" ini.

Namun meskipun di sebut boneka salju, bahan utama untuk membuat boneka ini bukanlah dari salju. Melainkan dibuat dengan 2 kaleng kecil manik-manik yg biasanya digunakan untuk kalibrasi mikroskop elektron, dan di las bersama dengan platinum oleh seorang insinyur National Physical Laboratory David Cox.

BONEKA salju 
 Sumber : jelajahunik.blogspot.com



Demikian artikel tentang Ini dia Boneka Salju Terkecil di Dunia !!! yang dapat kami sampaikan semoga artikel atau info tentang Ini dia Boneka Salju Terkecil di Dunia !!! ini, berkenan dan bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya!

Sejarah Perayaan Tahun Baru Berbagai Bangsa dan Umat di Dunia

Info artikel tentang Sejarah Perayaan Tahun Baru Berbagai Bangsa dan Umat di Dunia tentang artikel Sejarah Perayaan Tahun Baru Berbagai Bangsa dan Umat di Dunia ini, semoga info atau artikel ini juga dapat berguna bagi Anda, serta menambah wawasan bagi Anda, semoga bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya! Selamat Membaca!

Perayaan Tahun baru adalah suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Bangsa-bangsa atau umat yang mempunyai kalender tahunan biasanya mempunyai perayaan tahun baru. Tapi apakah semua umat merayakan tahun barunya? Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, kami berusaha menelusuri kembali sejarah perayaan tahun baru berbagai bangsa dan umat di dunia serta hukum merayakannya bagi kaum muslimin.

Perayaan Tahun Baru Umat Yahudi

Agama dan Umat Yahudi merayakan Tahun Baru mereka tidak pada hari ke-1 bulan ke-1 Kalender Ibrani (bulan Nisan), tetapi pada hari ke-1 bulan ke-7 Kalendar Ibrani (bulan Tishrei). Umat Yahudi menyebut Perayaan Tahun Baru mereka dengan nama Rosh Hashanah, yang berarti �Kepala Tahun�.

Rosh Hashanah ini digunakan umat Yahudi untuk memperingati penciptaan dunia seperti yang ditulis dalam kitab mereka. Mereka merayakannya dengan cara berdoa di sinagog, mendengar bunyi shofar (tanduk). Menyediakan makanan pesta berupa roti challah yang bundar dan apel yang dicelupkan ke dalam madu, juga kepala ikan dan buah delima. Buah-buahan baru disajikan pada malam kedua. Pada Perayaan Tahun Baru ini mereka beristirahat dari aktivitas kerja.

Jika memakai kalender Gregorian (Kalender Masehi), Tahun Baru Yahudi ini dirayakan pada bulan September. Misalnya tahun 2008 M Rosh Hashanah jatuh pada 29 September 2008. Tanggal itu ekivalen dengan tanggal 1 Tishrei 5769 AM (Anno Mundi). Anno Mundi adalah bahasa latin yang artinya �dalam hitungan tahun dunia�, disingkat A.M. karena orang Yahudi menganggap kalender mereka dimulai dari tanggal kelahiran Adam. Menurut perhitungan Kalender Ibrani, tanggal 1 bulan Tishrei tahun ke-1 AM adalah ekivalen dengan hari Senin, tanggal 7 Oktober tahun 3761 BCE dalam Kalender Julian (Kalender Romawi Kuno).

Ketika Panglima Pompey dari Kekaisaran Romawi Kuno menguasai Yerusalem pada tahun 63 SM, orang-orang Yahudi mulai mengikuti Kalender Julian (Kalender Bangsa Romawi yang menjajahnya). Dan setelah berdiri negara Israel pada tahun 1948 M, mulai tahun 1950an M Kalender Ibrani menurun penggunaannya dalam kehidupan bangsa Yahudi sekuler. Mereka lebih menyukai Kalender Gregorian untuk kehidupan pribadi dan kehidupan publik mereka. Dan sejak tahun 1980an, bangsa Yahudi sekuler justru mengadopsi kebiasaan Perayaan Tahun Baru Gregorian (Tahun Baru Masehi) yang biasanya dikenal dengan sebutan �Sylvester Night� dengan berpesta pada malam 31 Desember hingga 1 Januari.

PERAYAAN TAHUN BARU BANGSA Cina

Bangsa Cina merayakan tahun baru mereka pada malam bulan baru pada musim dingin (antara akhir Januari hingga awal Februari) atau jika memakai kalender Gregorian tahun baru ini terletak antara 21 Januari hingga 20 Februari. Mereka menyebutnya dengan nama Imlek.

Perayaan ini dimulai di hari ke-1 bulan pertama (zh?ng yu�) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal ke-15 (pada saat bulan purnama). Malam Tahun Baru Imlek dikenal sebagai Ch?x? yang berarti �malam pergantian tahun�.

Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Cina sangat beragam. Namun secara umum berisi perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. Lampion merah digantung selama perayaan Tahun Baru Imlek sebagai makna keberuntungan. Selama perayaan tahun baru orang-orang memberi selamat satu sama lain dengan kalimat: �G?ngx? f?c?i� yang artinya �selamat dan semoga banyak rejeki�.

Tahun Baru Imlek dirayakan oleh orang Tionghoa di Daratan Tiongkok, Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, Jepang (sebelum 1873), Hong Kong, Macau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan tempat-tempat lain.

PERAYAAN TAHUN BARU BANGSA Persia

Orang Persia menamakan perayaan tahun baru mereka dengan nama Norouz. Norouz adalah perayaan (hari pertama) musim semi dan awal Kalender Persia. Orang Persia punya Kalender Persia yang didasarkan dari musim dan pergerakan matahari. Kata �norouz� berasal dari bahasa Avesta yang berarti �hari baru�. Oleh bangsa Persia, hari ini dirayakan pada tanggal 21 Maret jika memakai Kalender Gregorian..

Sejak Kekaisaran Dinasti Arsacid/ Parthian, yang memerintah Iran pada 248 SM-224 M, Norouz dijadikan hari libur. Mereka merayakannya dengan mempersembahkan hadiah telur sebagai lambang produktivitas.

Perayaan ini dilakukan oleh orang-orang yang terpengaruh Zoroastirianisme yang tersebar di Iran, Iraq, Afganistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Kurdistan, Pakistan, Kashmir, beberapa tempat di India, Syria, Kurdi, Turki, Armenia, Caucasus, Crimea, Georgia, Azerbaijan, Macedonia, Bosnia, Kosovo, dan Albania.

PERAYAAN TAHUN BARU BANGSA Romawi KUNO

Sejak Abad ke-7 SM bangsa romawi kuno telah memiliki kalender tradisional. Namun kalender ini sangat kacau dan mengalami beberapa kali revisi. Sistem kalendar ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap munculnya bulan dan matahari, dan menempatkan bulan Martius (Maret) sebagai awal tahunnya.

Pada tahun 45 SM Kaisar Julius Caesar mengganti kalender tradisional ini dengan Kalender Julian . Urutan bulan menjadi: 1) Januarius, 2) Februarius, 3) Martius, 4) Aprilis, 5) Maius, 6) Iunius, 7) Quintilis, 8) Sextilis, 9) September, 10) October, 11) November, 12) December. Di tahun 44 SM, Julius Caesar mengubah nama bulan �Quintilis� dengan namanya, yaitu �Julius� (Juli). Sementara pengganti Julius Caesar, yaitu Kaisar Augustus, mengganti nama bulan �Sextilis� dengan nama bulan �Agustus�. Sehingga setelah Junius, masuk Julius, kemudian Agustus. Kalender Julian ini kemudian digunakan secara resmi di seluruh Eropa hingga tahun 1582 M ketika muncul Kalender Gregorian.

Januarius (Januari) dipilih sebagai bulan pertama, karena dua alasan. Pertama, diambil dari nama dewa Romawi �Janus� yaitu dewa bermuka dua ini, satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang. Dewa Janus adalah dewa penjaga gerbang Olympus. Sehingga diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru. Kedua, karena 1 Januari jatuh pada puncak musim dingin. Di saat itu biasanya pemilihan consul diadakan, karena semua aktivitas umumnya libur dan semua Senat dapat berkumpul untuk memilih Konsul. Di bulan Februari konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru. Sejak saat itu Tahun Baru orang Romawi tidak lagi dirayakan pada 1 Maret, tapi pada 1 Januari. Tahun Baru 1 Januari pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM.

Orang Romawi merayakan Tahun Baru dengan cara saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Dewa Janus. Mereka juga mempersembahkan hadiah kepada kaisar.

PERAYAAN TAHUN BARU UMAT Kristen

Sejak Konstantinus yang Agung menduduki tahta Kaisar Romawi tahun 312 M, Kristen menjadi agama yang legal di Kekaisaran Romawi Kuno. Bahkan tanggal 27 Februari 380 M Kaisar Theodosius mengeluarkan sebuah maklumat, De Fide Catolica, di Tesalonika, yang dipublikasikan di Konstantinopel, yang menyatakan bahwa Kristen sebagai agama negara Kekaisaran Romawi Kuno. Di Abad-abab Pertengahan (middle ages), abad ke-5 hingga abad ke-15 M, Kristen memegang peranan dominan di Kekaisaran Romawi hingga ke negara-negara Eropa lainnya.

Berdasarkan keputusan Konsili Tours tahun 567 umat Kristen ikut merayakan Tahun Baru dan mereka mengadakan puasa khusus serta ekaristi. Kebanyakan negara-negara Eropa menggunakan tanggal 25 Maret, yakni hari raya umat Kristen yang disebut Hari Kenaikan Tuhan, sebagai awal tahun yang baru.

Umat Kristen menggunakan Kalender yang dinamakan Kalender Masehi. Mereka menggunakan penghitungan tahun dan bulan Kalender Julian, namun menetapkan tahun kelahiran Yesus atau Isa sebagai tahun permulaan (tahun 1 Masehi), walaupun sejarah menempatkan kelahiran Yesus pada waktu antara tahun 6 dan 4 SM.

Setelah meninggalkan Abad-abad Pertengahan, pada tahun 1582 M Kalender Julian diganti dengan Kalender Gregorian. Dinamakan Gregorian karena Dekrit rekomendasinya dikeluarkan oleh Paus Gregorius XIII. Dekrit ini disahkan pada tanggal 24 Februari 1582 M. Isinya antara lain tentang koreksi daur tahun kabisat dan pengurangan 10 hari dari kalender Julian. Sehingga setelah tanggal 4 Oktober 1582 Kalender Julian, esoknya adalah tanggal 15 Oktober 1582 Kalender Gregorian. Tanggal 5 hingga 14 Oktober 1582 tidak pernah ada dalam sejarah Kalender Gregorian. Sejak saat itu, titik balik surya bisa kembali ditandai dengan tanggal 21 Maret tiap tahun, dan tabel bulan purnama yang baru disahkan untuk menentukan perayaan Paskah di seluruh dunia.

Pada mulanya kaum protestant tidak menyetujui reformasi Gregorian ini. Baru pada abad berikutnya kalender itu diikuti. Dalam tubuh Katolik sendiri, kalangan gereja ortodox juga bersikeras untuk tetap mengikuti Kalender Julian sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru mereka berbeda dengan gereja Katolik Roma.

Pada tahun 1582 M Paus Gregorius XIII juga mengubah Perayaan Tahun Baru Umat Kristen dari tanggal 25 Maret menjadi 1 Januari. Hingga kini, Umat Kristen di seluruh dunia merayakan Tahun Baru mereka pada tanggal 1 Januari.

PERAYAAN TAHUN BARU UMAT Islam

Tidak seperti bangsa dan umat terdahulu, Islam tidak merayakan tahun baru. Rasulullah Muhammad saw bahkan melarang meniru (tasyabbuh) budaya bangsa dan umat sebelum datangnya Islam seperti Umat Yahudi, Bangsa Romawi, Bangsa Persia, dan Umat Nasrani yang merayakan Tahun Baru mereka. Rasulullah saw bersabda:

Man tasyabbaHa bi qaumin faHuwa minHum.

Artinya: Siapa saja yang menyerupai suatu kaum/ bangsa maka dia termasuk salah seorang dari mereka. (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi)

Dan khusus tentang hari raya, Rasulullah saw membatasi hari raya umat Islam hanya pada Idul Adhha dan Idul Fithri, lain itu tidak. Rasulullah saw bersabda:

Kullu ummatin iidan. Wa haadzihi iidunaa: iidul adhhaa dan iidul fithri

Artinya: Setiap ummat punya hari raya. Dan inilah hari raya kita: Idul Adhha dan Idul Fithri.

Ketika Rasulullah saw masih hidup (570 � 632 M), Umat Islam menggunakan sistem penanggalan Arab pra-Islam. Sistem kalender ini berbasis campuran antara bulan (qomariyah) dan matahari (syamsiyah).

Setelah Khilafah Islam berhasil menaklukkan Kekaisaran Persia untuk selamanya dan membebaskan Wilayah Syam dari Kekaisaran Romawi Timur, pada tahun 17 H atau ekivalen dengan 638 M, di masa pemerintahan Amirul Mu`minin �Umar bin Khaththab diresmikanlah penggunaan Kalender Hijriyah. Dinamakan Kalender Hijriyah karena �Umar menetapkan awal patokan penanggalan Islam ini adalah tahun hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 M. Hijrahnya Rasulullah saw tersebut adalah pertolongan Allah yang membuat perubahan besar pada perkembangan Islam. Sejak hijrah ke Madinah mulailah terbentuk Negara Islam dan Umat Islam.

Kalender Hijriyah dihitung dengan pergerakan bulan. Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtima�). Setahun terdiri dari 12 bulan: Muharram, Safar, Rabiul awal, Rabiul akhir, Jumadil awal, Jumadil akhir, Rajab, Sya�ban, Ramadhan, Syawal, Dzulkaidah, dan Dzulhijjah. Satu minggu terdiri dari 7 hari: al-Ahad, al-Itsnayn, ats-Tsalaatsa� , al-Arba�aa / ar-Raabi�, al-Kamsatun, al-Jumu�ah (Jumat), dan as-Sabat. Ketika melakukan perjalanan ke Syam, Amirul Mu�minin Umar bin Khaththab sempat membandingkan kalendar Hijriyah dengan kalendar-kalendar Persia dan Romawi. Umar berkesimpulan bahwa kalendar Hijriyah lebih baik.

Walaupun Kalender Hijriyah telah dipakai resmi di masa pemerintahan Amirul Mu`minin Umar bin Khaththab, namun para sahabat di masa itu tidak berpikir untuk merayakan 1 Muharram (awal tahun Hijriyah) sebagai Perayaan Tahun Baru Islam. Mereka berkonsentrasi penuh untuk mengokohkan penegakkan syariat Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh dunia. Mereka tidak pernah berpikir untuk mengadakan perayaan yang tidak disyariatkan oleh Islam dan tidak dilakukan oleh Rasululah saw. Yang demikian itu terus berlanjut pada masa kekhilafahan Bani Umayyah dan sebagian besar masa Kekhilafahan Bani Abbasiyah. Bahkan hingga masa negara Buwaihiyah, negara syi�ah yang memisahkan diri dari daulah Islamiyah Abbasiyah, negara syi�ah ini pun tidak pernah berpikir untuk menambah-nambah perayaan yang tidak diteladankan Rasulullah saw.

Karena memuliakan Islam bukan dengan cara membuat perayaan tahun baru hijriyah, tetapi dengan mengikuti sunnah nabi, berpegang teguh pada ajaran-ajarannya, dan menjadikannya dasar hukum dan petunjuk untuk menjalani kehidupan.

Sayangnya, pada abad ke-4 H kaum Syiah kelompok al-�Ubadiyyun dari sekte Ismailiyah yang lebih dikenal dengan kaum Fathimiyun membuat hari raya tahun baru hijriyah. Kelompok ini mendirikan negara di Mesir yang terpisah dari Khilafah Abbasiyah yang berpusat di Baghdad. Mereka ingin meniru apa yang ada pada umat Nasrani yang merayakan tahun baru mereka. Maka benarlah sabda Rasulullah saw

Akan datang suatu masa dimana kalian akan mengikuti cara hidup bangsa-bangsa sebelum kalian. Sejengkal demi sejengkal sehasta demi sehasta. Sampai ketika mereka masuk ke lubang biawak, kalian pun ikut memasukinya. Para sahabat bertanya, �Apakah mereka kaum Yahudi dan Nasrani?� Rasulullah menjawab, �Kalau bukan mereka, siapa lagi?�

Dalam hadits lain: Para sahabat bertanya, �apakah mereka Romawi dan Pers?� Rasulullah menjawab, �Kalau bukan mereka, siapa lagi?�

Sejak saat itu Tahun baru Hijriyah dalam kalender Hijriyah dirayakan setiap tanggal 1 Muharam. Termasuk umat Islam di Indonesia yang mengklaim dirinya sebagai Sunni, juga ikut-ikutan merayakan Tahun Baru Hijriyah yang direkayasa oleh kaum Syiah Ismailiyah yang telah murtad itu. Adapun pemerintah yang berkuasa di Indonesia lebih parah lagi, ikut merayakan Tahun Baru Masehi tanggal 1 Januari karena mengadopsi kalender Gregorian. Dan ternyata tidak hanya perayaan tahun baru yang ditiru dari bangsa dan umat selain Islam, tetapi juga dalam keyakinan, perilaku, budaya, sistem hukum dan pemerintahannya pun meniru bangsa dan umat selain Islam.

PERAYAAN TAHUN BARU KAUM SEKULER

Mengikuti budaya Romawi dan Kristen, di Era Sekuler Negara-negara Barat merayakan Tahun Baru tanggal 1 Januari. Tahun 1752 Inggris dan koloni-koloninya di Amerika Serikat ikut menggunakan sistem penanggalan kalender Gregorian.

Di Inggris, Untuk merayakan Tahun Baru para suami memberi uang kepada para istri mereka untuk membeli bros sederhana (pin). Banyak orang-orang koloni di New England, Amerika, yang merayakan tahun baru dengan menembakkan senapan ke udara dan teriak, sementara yang lain mengikuti perayaan di gereja atau pesta terbuka.

Di Amerika serikat, Tahun Baru dijadikan sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Amerika. Perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember. Orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, dimana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan, orang-orang meneriakkan �Selamat Tahun Baru� dan menyanyikan Auld Lang Syne. Esok harinya, tanggal 1 Januari, orang-orang Amerika mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman atau nonton televisi yang berisi Parade Bunga Tournament of Roses sebelum lomba-lomba futbol Amerika dilangsungkan di berbagai kota di Amerika.

Oleh Umar Abdullah
Sumber : ainuamri.blogspot.com

Demikian artikel tentang Sejarah Perayaan Tahun Baru Berbagai Bangsa dan Umat di Dunia yang dapat kami sampaikan semoga artikel atau info tentang Sejarah Perayaan Tahun Baru Berbagai Bangsa dan Umat di Dunia ini, berkenan dan bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya!

Asal Mula Simbol Pohon Natal

Info artikel tentang Asal Mula Simbol Pohon Natal tentang artikel Asal Mula Simbol Pohon Natal ini, semoga info atau artikel ini juga dapat berguna bagi Anda, serta menambah wawasan bagi Anda, semoga bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya! Selamat Membaca!


Pohon Natal sebagai Simbol perayaan Natal telah dimulai ratusan tahun lalu. Kisah asal mula pohon Natal sebagai simbol Natal tak lepas dari kisah seorang suci bernama St. Bonifasius, yang nama aslinya adalah Winfrid. St. Bonifasius yang lahir sekitar tahun 680 di Devonshire, Inggris.
Suatu ketika St. Bonifasius ditugaskan oleh Paus St. Gregorius II untuk mewartakan injil ke Jerman. Bersama beberapa pengikutnya, St. Bonifasius pun berangkat ke Jerman.  Sang Santo ditugaskan untuk menyebarkan Injil kepada orang-orang Jerman yang memuja Dewa Thor. Menurut kepercayaan orang-orang itu Dewa Thor bersemayam di pohon oak besar ditengah Desa mereka.
Dalam sebuah perjalanan berat dan panjang, pengikut St. Bonifasius hampir menyerah, selain salju yang turun begitu hebatnya, malam itu adalah malam Natal. Tapi St. Bonifasius memberikan semangat kepada pengikutnya agar tidak menyerah apalagi misi mereka sebentar lagi selesai. Akhirnya sampailah mereka ke sebuah Desa dimaksud. Saat itu penduduk Desa sedang melakukan ritual penyembahan  kepada Dewa Thor di depan pohon oak besar. Malam itu juga akan ada penyerahan kurban manusia.
St. Bonifasius memperhatikan saja prosesi tersebut. Kemudian Sang Kepala Suku  memilih satu anak kecil untuk dijadikan tumbal atau kurban. Anak tersebut digiring ke sebuah batu besar di depan pohon oak. Dengan palu besar  sang kepala Suku bersiap memukul kepala anak tak berdosa tersebut sebagai penyembahan kepada Dewa Thor.
Sebelum palu itu benar-benar mengenai kepala si anak, St. Bonafisius segera bertindak, ia mengayunkan tongkat yang berujung tanda salib menangkis ayunan palu sang Kepala Suku. Palu tersebut jatuh dan patah menjadi dua. Seluruh penduduk takjub dengan kejadian tersebut.
St. Bonafisius lalu memberikan pencerahan kepada seluruh penduduk desa. Setelah itu ia menebang pohon oak besar tersebut, ketika pohon itu tumbang dan terbelah menjadi empat bagian,  dibaliknya ternyata terdapat sebuah pohon cemara muda dengan ujungnya yang seakan menjorok ke surga.
St. Bonifasius kembali berbicara kepada warga desa, �Pohon kecil ini, pohon muda hutan, akan menjadi pohon kudus kalian mulai malam ini. Pohon ini adalah pohon damai, sebab rumah-rumah kalian dibangun dari kayu cemara. Pohon ini adalah lambang kehidupan abadi, sebab daun-daunnya senantiasa hijau. Lihatlah, bagaimana daun-daun itu menunjuk ke langit, ke surga. Biarlah pohon ini dinamakan pohon kanak-kanak Yesus; berkumpullah di sekelilingnya, bukan di tengah hutan yang liar, melainkan dalam rumah kalian sendiri; di sana ia akan dibanjiri, bukan oleh persembahan darah yang tercurah, melainkan persembahan-persembahan cinta dan kasih.�
Sejak itulah pohon cemara identik dan disimbolkan sebagai pohon Natal

Sumber : kabarinews.com

Demikian artikel tentang Asal Mula Simbol Pohon Natal yang dapat kami sampaikan semoga artikel atau info tentang Asal Mula Simbol Pohon Natal ini, berkenan dan bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya!

TERNYATA AMERIKA DULU TAKUT MAKAN TOMAT

Info artikel tentang TERNYATA AMERIKA DULU TAKUT MAKAN TOMAT tentang artikel TERNYATA AMERIKA DULU TAKUT MAKAN TOMAT ini, semoga info atau artikel ini juga dapat berguna bagi Anda, serta menambah wawasan bagi Anda, semoga bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya! Selamat Membaca!

Dulu orang Amerika sangat takut terhadap buah (atau sayur) tomat, dan menganggapnya beracun serta tidak bisa dimakan, karena tomat masih sekeluarga dengan kecubung. Namun tentu saja itu tidak berlangsung terus. Keadaan berubah setelah dokter asal Virginia bernama Dr. Siccary di tahun 1733 berani �menantang maut� dengan memakan beberapa buah tomat di depan orang banyak. MASYARAKAT AMERIKA KEMUDIAN MENJADI PERCAYA BAHWA TOMAT TIDAK BERACUN DAN BAHKAN MEMILIKI RASA YANG NIKMAT. Di masa kini AS adalah produsen dan konsumen tomat terbesar di dunia.

Demikian artikel tentang TERNYATA AMERIKA DULU TAKUT MAKAN TOMAT yang dapat kami sampaikan semoga artikel atau info tentang TERNYATA AMERIKA DULU TAKUT MAKAN TOMAT ini, berkenan dan bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya!

Kenapa Yah Cokelat Selalu Jadi Hadiah Buat Valentine?

Info artikel tentang Kenapa Yah Cokelat Selalu Jadi Hadiah Buat Valentine? tentang artikel Kenapa Yah Cokelat Selalu Jadi Hadiah Buat Valentine? ini, semoga info atau artikel ini juga dapat berguna bagi Anda, serta menambah wawasan bagi Anda, semoga bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya! Selamat Membaca!

361Waduh sob udah waktunya hari velantine nih�haha, gak kerasa banget yah kayaknya valentine baru kemaren kok sekarang udah dateng lagi�hehhe�waktu tak terasa banget.Valentine tahun ini sangat menyedihkan buat gue,soalnya valentine tahun ini orang terkasih gak da di sampingku.soalnya gue di luar kota jadi ga bisa deh ngerayain bareng istri n anak tercinta di rumah..
Ngomong-ngomong soal valentine,gue pengin tuker pendapat nih sama kalian semua�kenapa yah hari valentine itu selalu di simbolisasi dengan coklat,apa-apa hadiahnya coklat,mo traktir makan pasti isinya coklat terus warna pink dan lagi semuanya pokoknya berbau coklat deh,padahal kayaknya jaman dahulu tidak mewajibkan deh kadonya musti coklat
butway, anyway, busway�coklat ternyata banyak manfaatnya,selain untuk menghaluskan kulit coklat juga bisa menambah hormon kalian saat bercinta,..haha,tapi kayaknya ni khusus banget deh buat yang udah merit,kalo yang belom merit di larang loh berhubungan,cuman akhir-akhir ini para remaja fanatik banget tuh untuk memberikan coklat kepada pasangannya,paling mereka gak tau tuh apa manfaatnya coklat kalaupun tau paling mereka sengaja ngasih ke pasangannya supaya nafsunya gede terus langsung di ajak..^_^..ABG sekarang gitu loh,udah pada tau cara bikin anak..haha�
ABG sekarang mukanya kayaknya mesum semua.Tapi perayaan valentine di era modern ini malah di selewengkan,valentine malah jadi ajang untuk melepas keperawanan lah,ajang untuk bercinta lah, ajang unttuk berciuman massal lah..wah, ini malah membuat moral di dunia kita semakin hancur aja yah�
Dan berikutBeberapa Hal tentang Coklat
Cokelat mengandung Alkaloid-alkaloid seperti [[teobromin]], fenetilamina, dan anandamida, yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh. Kandungan-kandungan ini banyak dihubungkan dengan tingkat serotonin dalam otak. Menurut ilmuwan cokelat yang dimakan dalam jumlah normal secara teratur dapat menurunkan tekanan darah . Cokelat hitam akhir-akhir ini banyak mendapatkan promosi karena menguntungkan kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, termasuk kandungan anti oksidannya yang dapat mengurangi pembentukan radikal bebas dalam tubuh.
Tapi ada alternatif  lain tuh untuk memberikan kado selain coklat pas waktu hari valentine,seperti boneka, buah strawberry,dan cewek biasanya paling suka sama warna pink�
Yuppss�Selamat Hari valentine yah,semoga kalian bahagia dengan sang kekasih

Sumber : ceritakan.com 

Demikian artikel tentang Kenapa Yah Cokelat Selalu Jadi Hadiah Buat Valentine? yang dapat kami sampaikan semoga artikel atau info tentang Kenapa Yah Cokelat Selalu Jadi Hadiah Buat Valentine? ini, berkenan dan bermanfaat. Jangan lupa like dan share nya ya!